OBSERVASI PRINSIP PRINSIP DAN PENGGUNAAN EYD/PUEBI PADA KAIN RENTANG/SPANDUK,BANNER,PAPAN NAMA,POSTER,STIKER,DLL., DI LINGKUNGAN MASYARAKAT.
Ini adalah hasil observasi saya selama seminggu di lingkungan
masyarakat mengenai penggunaan Ejaan yang Disempurnakan ataupun Ejaan Bahasa
Indonesia.Nah,mari disimak untuk mengetahui bagaimana penggunaan dan urgensi
dari Ejaan yang Disempurnakan di lingkungan masyarakat.
Alamat/Tempat Pengambilan Foto : JL.KH.Abdurrahman Wahid,Kuala Dua.
Waktu : 30 September 2019,pukul 14:34 wib
Analisis :
1. Menggunakan kata tidak baku, terdapat kata “perjelasan” seharusnya adalah “penjelasan”.
2. Tidak menggunakan huruf kapital untuk menunjukkan tempat, disitu tertulis “kuala dua” seharusnya adalah “Kuala Dua”.
Sumber : Berdasarkan https://kbbi.kemendikbud.go.id dan buku Best Seller Ejaan yang Disempurnakan karya Ir. Suryanto Thabrani hal.15
Alamat/Tempat Pengambilan Foto : JL.KH.Abdurrahman Wahid,Gg. Kuala Dua.
Waktu : 01 Oktober 2019,pukul 16:20
Analisis :
1. Penggunaan akronim yang kurang tepat pada kalimat “PAI”.Akronim biasanya digunakan sebagai bentuk pemendekan kata,tetapi diperlakukan seperti sebuah kata.Contoh, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia disingkat menjadi ABRI.
Sumber : Berdasarkan https://blog.typoonline.com dan Kamus Besar Bahasa Indonesia mengenai singkatan dan akronim.
Alamat/Tempat Pengambilan Foto : JL.KH.Abdurrahman Wahid,Gg. Kuala Dua.
Waktu : 02 Oktober 2019,pukul 11:32 wib
Analisis :
1. Pemakaian tanda baca yang berlebihan,jika kalimat merupakan kalimat perintah atau ajakan maka cukup dengan menggunakan tanda baca seru (!).
Sumber : Berdasarkan buku Best Seller Ejaan yang Disempurnakan karya Ir. Suryanto Thabrani hal.18
Alamat/Tempat Pengambilan Foto : JL.Chairil Anwar
Waktu : 02 Oktober 2019,pukul 13:15 wib
Analisis :
1. Menggunakan kata tidak baku, kata “Jawwa” seharusnya ialah “Jawa” yang berfungsi untuk menunjukkan nama pulau dari bakso itu berasal.
Sumber : Berdasarkan https://kbbi.kemendikbud.go.id
Alamat/Tempat Pengambilan Foto : JL.Letnan Suprapto
Waktu : 03 Oktober 2019,pukul 16:05 wib
Analisis :
1. Penggunaan tanda baca yang salah dan tidak tepat.Kata OP!! pada banner tidak menunjukkan kalimat perintah maka tidak seharusnya menggunakan tanda seru,karena menyalahi kaidah kebahasaan.
Sumber : Berdasarkan buku Edisi Terbaru Ejaan yang Disempurnakan karya Ir. Suryanto Thabrani hal.18
Alamat/Tempat Pengambilan Foto : JL.Teuku Umar
Waktu : 03 Oktober 2019,pukul 15:33 wib
Analisis :
1. Tidak menggunakan tanda hubung (-) pada nomor telepon yang tertera.Seharusnya menggunakan tanda hubung sehingga menghasilkan contoh seperti ini : 0816-4974-3799
Sumber : Berdasarkan buku Edisi Terbaru Ejaan yang Disempurnakan karya Ir. Suryanto Thabrani hal.19
Alamat/Tempat Pengambilan Foto : JL.Ahmad Yani II
Waktu : 04 Oktober 2019,pukul 12:05 wib
Analisis :
1. Dipengaruhi bahasa asing sehingga membuat kalimat menjadi tidak baku.Coba perhatikan pada kalimat “Start From” dan “Room Only”.Sebaiknya dalam ruang publik gunakanlah bahasa baku sebagai pemberi kekhasan.
Sumber : Berdasarkan buku Best Seller Ejaan yang Disempurnakan karya Ir. Suryanto Thabrani hal.6 tentang fungsi dan ciri kata baku.
Alamat/Tempat Pengambilan Foto : JL.Adisucipto
Waktu : 04 Oktober 2019,pukul 12:23 wib
Analisis :
1. Menggunakan dan dipengaruhi bahasa daerah pada kalimat “Yok Bayar Pajak Yee!!!” Kata “yok” dan “yee” tidak terdapat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Sumber : Berdasarkan buku Edisi Terbaru Ejaan yang Disempurnakan karya Ir. Suryanto Thabrani hal.6 dan https://kbbi.kemendikbud.go.id
Alamat/Tempat Pengambilan Foto : JL.Ahmad Yani II
Waktu : 05 Oktober 2019,pukul 15:56 wib
Analisis :
1. Penulisan angka uang rupiah yang salah.Penulisan angka uang rupiah yang benar berdasarkan Eyd ataupun EBI adalah tidak perlu menggunakan tanda titik di bagian Rp.Contoh, Rp.1.000,00 ini jelas salah yang benar adalah Rp1.000,00.
Sumber : Berdasarkan laman https://uangindonesia.com
Alamat/Tempat Pengambilan Foto : JL.Ahmad Yani II,Bundaran Bandara Supadio
Waktu : 05 Oktober 2019,pukul 16:02 wib
Analisis :
1. Tidak menggunakan tanda seru (!) pada akhir kalimat,padahal kalimat di banner tersebut menunjukkan kalimat perintah.
2. Kalimat sedikit rancu karena menggunakan konjungsi “dan”.Jika kalimat diperbaiki seperti ini, “Harap untuk mengurangi laju kendaraan anda”, saya rasa lebih baik dan lebih sopan.
Sumber : Berdasarkan buku Edisi Terbaru Ejaan yang Disempurnakan karya Ir. Suryanto Thabrani hal.6 mengenai konjungsi dan hal.18 mengenai tanda seru (!).
Begitulah pemaparan saya mengenai observasi prinsip
prinsip dan penggunaan EyD/PUEBI pada kain rentang/spanduk,banner,papan
nama,poster,stiker,dll., di lingkungan masyarakat. Maka dapat kita
simpulkan,bahwa ternyata masih banyak kesalahan-kesalahan dalam penulisan di
berbagai tempat di lingkungan masyarakat,baik lingkup formal maupun non formal.Baiklah,semoga
pemaparan observasi saya kali ini bermanfaat untuk teman-teman J










Tidak ada komentar:
Posting Komentar